Senin, 04 Januari 2016

INI DIA ALASAN SUSI PUDJIASTUTI PILIH MUNDUR DARI KABINET KERJA JOKOWI


Menteri Susi Pudjiastuti memang sungguh fenomenal, mengapa tidak? susi adalah menteri yang paling vokal dan pemberani, tanpa berpikir panjang dia melakukan tindakan keras terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
Namun sayang susi malah memberi Isyarat untuk mundur dari kabinet kerja Jokowi setelah lebih dari setahun menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sebagaimana topiktrend kutip dari kompas.com
“Hari ini, saya sangat gembira. Sekjen dan dirjen semangatnya luar biasa. Saya yakin, saya tidak perlu lama-lama di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Saya lihat karyawan KKP sudah punya semangat dan integrity. Itu modal utama. Sekjen siapkan infrastrukturnya. Kami ubahaccountabilitydengan assesstment-nya,” ujar Susi dalam pidatonya dalam acara Satu Tahun Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Menteri Susi juga menyarankan wartawan agar menanyakan berbagai persoalan di KKP bukan kepada dirinya.
“KKP bukan cuma Susi. Wartawan harus mulai mau bicara dan ganggu dirjen-dirjen, jangan cuma saya. Dirjen pun harus mulai diganggu dan dikejar-kejar wartawan. Nanti saya sebentar lagi sudah tidak, ya satu sampai dua bulan lagi, silakan tanya dirjen,” kata Susi.
Di acara satu tahun pemerintahan, Susi tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada media massa. ini dikarenakan Susi merasa media massa menjadi pionir bagi KKP untuk menyampaikan berita kepada masyarakat bahwa KKP terkait program laut yang merupakan masa depan bangsa.
Susi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pegawai KKP atas kinerja dan kebersamaan dalam tempo waktu setahun ia menjabat di KKP.
“Terima kasih semua pegawai KKP. Anda orang-orang yang hebat. Anda bisa mengikuti perubahan yang luar biasa,” ucap Susi.
Bukan hanya kali ini, Isyarat mundur dari Susi juga ia utarakan pada September lalu, alasan Susi Pudjiastuti memilih mundur adalah ia tidak ingin membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan.
Pernyataan ini ia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
“Kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, seram Pak. Kalau saya diharuskangitu, sayaresign, Pak dari pekerjaan saya,” ujar Susi di Kantor KKP, Senin (7/9/2015).
Susi menjelaskan dapak buruk yang ditimbulkan pengunaan trawl oleh kapal-kapal besar terhadap ekosistem bawah laut. Penggunaan trawl mengakibatkan kerusakan parah dan akan jelas terlihat setelah alat tangkap itu digunakan.
bagus
Load disqus comments

0 komentar